Apa yang dimaksud grounding?
Pengertian, Jenis, dan Manfaat Grounding System
Apa yang dimaksud grounding? Grounding atau pentanahan adalah sistem pertanahan pada suatu instalasi listrik yang mampu meniadakan beda potensial dengan cara mengalirkan arusnya ke tanah atau bumi. Yang dimaksud beda potensial yaitu berupa kebocoran arus listrik atau sambaran petir.
Sistem pembumian adalah salah satu bagian dari sistem pengamanan perangkat kelistrikan dan rangkaian listrik yang harus selalu ada. Untuk melakukan pembumian, ada berbagai persyaratan yang berlaku yang menjamin sistem pembumian dapat bekerja dengan baik.
Setidaknya ada empat buah komponen instalasi listrik yang wajib untuk dibumikan atau diketanahkan dalam rangka mengamankan aliran listrik sebagai berikut:
- Titik Netral yang berasal dari generator maupun transformator listrik. Menghubungkan titik netral dari generator atau transformator ke tanah dibutuhkan untuk memproteksi hal-hal yang berkaitan dengan gangguan hubung tanah.
- Kawat petir pada bagian atas dari saluran transmisi yang juga berperan sebagai lightning arrester harus dibumikan juga. Semua kaki dari tiang transmisi harus ikut dibumikan, mengingat kawat petir ada di sepanjang saluran transmisi. Dengan begitu, petir yang bergerak menyambar kawat petir akan seluruhnya disalurkan ke dalam tanah melalui setiap kaki dari tiang saluran transmisi.
- Seluruh komponen instalasi yang dengan mudah tersentuh manusia dan mudah menghantarkan listrik karena terbuat dari logam harus dibumikan.
- Bagian bawah komponen pembuangan listrik dari lightning arrester. Tujuannya adalah supaya lightning arrester bekerja dengan maksimal dalam membuang muatan listrik yang berasal dari petir menuju bumi atau tanah.
Grounding memiliki beberapa fungsi, yaitu:
- Mencegah terjadinya kebocoran listrik pada alat elektronik yang ada di rumah. Kebocoran listrik dapat menyebabkan korsleting yang dapat membahayakan orang-orang yang berada di sekitarnya.
- Mengalirkan tegangan listrik yang muncul di permukaan ke dalam tanah saat terjadi kebocoran. Tegangan listrik yang muncul di permukaan dapat membahayakan orang-orang yang menyentuhnya.
- Melindungi peralatan elektronik dari sambaran petir. Sambaran petir dapat merusak peralatan elektronik.
Grounding terdiri dari dua komponen utama, yaitu:
- Konduktor: Konduktor adalah komponen yang mengalirkan arus listrik ke tanah. Konduktor biasanya terbuat dari logam yang konduktif, seperti tembaga atau baja.
- Titik pentanahan: Titik pentanahan adalah tempat di mana arus listrik dari konduktor disalurkan ke tanah. Titik pentanahan biasanya terbuat dari batang logam yang ditancapkan ke dalam tanah.
Cara kerja grounding adalah sebagai berikut:
1.Arus listrik dari kebocoran atau sambaran petir akan mengalir ke konduktor.
2.Konduktor akan menyalurkan arus listrik ke titik pentanahan.
3.Arus listrik akan mengalir ke tanah melalui titik pentanahan.
Dengan cara ini, arus listrik akan dibuang ke tanah dan tidak membahayakan orang-orang atau peralatan elektronik.
Baca juga:bagaimana cara mengukur grounding
Grounding harus dilakukan dengan baik agar dapat berfungsi dengan efektif. Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan grounding:
- Pilih konduktor yang sesuai dengan kapasitas arus yang akan dialirkan.
- Pasang titik pentanahan di tempat yang lembab dan tidak bebatuan.
- Lakukan pemeriksaan dan perawatan secara berkala untuk memastikan bahwa grounding masih berfungsi dengan baik.
Setiap sistem penangkal petir harus dipasang dan dirancang sesuai dengan standar keselamatan dan rekomendasi teknis yang berlaku. Jika Anda berencana untuk memasang penangkal petir helita atau sistem penangkal petir lainnya, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional atau ahli penangkal petir untuk mendapatkan saran dan penanganan yang tepat. Untuk itu anda bisa berkonsultasi dengan tenaga ahli jasa penangkal petir dari PT. Megah Alam Semesta di no wa 087885299300 dengan biaya gratis dan dijamin memuaskan serta akan mendapat harga instalasi penangkal petir terbaik dan termurah.