» » » Arrester 3 Phase: Pengertian dan Fungsinya

Arrester 3 Phase: Pengertian dan Fungsinya

Arrester 3 phase, atau lebih dikenal dengan surge arrester tiga fase, adalah perangkat proteksi yang digunakan pada sistem kelistrikan untuk melindungi peralatan listrik dari tegangan berlebih yang disebabkan oleh petir atau gangguan tegangan lainnya. Arrester ini dirancang khusus untuk sistem tiga fase, yang banyak digunakan dalam distribusi dan transmisi listrik di sektor industri dan komersial.

Cara Kerja Arrester 3 Phase

Arrester 3 phase berfungsi dengan cara mengalihkan lonjakan tegangan yang terjadi ke tanah. Ketika ada lonjakan tegangan yang melebihi batas yang aman untuk peralatan listrik, arrester akan berperan sebagai pengaman. Bahan utama yang digunakan dalam arrester biasanya adalah zinc oxide (ZnO), yang memiliki sifat non-linear. Sifat ini memungkinkan arrester untuk memberikan hambatan tinggi pada tegangan normal, namun ketika terjadi lonjakan tegangan, hambatan menurun drastis, sehingga energi berlebih dialihkan ke tanah.

Arrester 3 Phase

Setelah lonjakan tegangan teratasi, arrester akan kembali ke kondisi semula dan memutus aliran ke tanah, menjaga sistem tetap berfungsi normal tanpa kerusakan pada peralatan listrik.

Jenis-Jenis Arrester 3 Phase

Ada beberapa jenis arrester yang biasa digunakan pada sistem tiga fase:

1.Station Class Arresters: Digunakan pada gardu induk dan instalasi transmisi tegangan tinggi untuk melindungi peralatan penting seperti trafo.

2.Intermediate Class Arresters: Umumnya digunakan pada jaringan distribusi menengah dan tinggi untuk melindungi komponen jaringan dari tegangan berlebih.

3.Distribution Class Arresters: Arrester yang sering digunakan pada distribusi tegangan rendah, seperti pada jaringan distribusi listrik ke konsumen.

Pentingnya Arrester 3 Phase

Penggunaan arrester 3 phas sangat penting dalam menjaga kontinuitas operasional sistem kelistrikan. Tanpa perlindungan ini, peralatan yang mahal seperti trafo, motor, dan generator bisa mengalami kerusakan serius akibat lonjakan tegangan. Oleh karena itu, arrester menjadi salah satu komponen kunci dalam sistem proteksi kelistrikan.

Kesimpulannya, arrester 3 phas berperan penting dalam melindungi peralatan listrik dari gangguan tegangan yang bisa merusak.