» » » Penangkal petir jenis konvensional

Penangkal petir jenis konvensional

posted in: Uncategorized | 0

Penangkal petir jenis konvensional, juga dikenal sebagai sistem penangkal petir Franklin atau rod system, adalah salah satu metode perlindungan bangunan dari petir yang paling umum dan telah digunakan selama bertahun-tahun. Sistem ini terdiri dari beberapa komponen utama yang bekerja sama untuk menangkap sambaran petir dan menyalurkannya ke tanah dengan aman. Berikut adalah rincian komponen dan langkah-langkah instalasi penangkal petir jenis konvensional:

Komponen Utama Penangkal petir jenis konvensional

  1. Air Terminal (Kepala Penangkal Petir)
  • Deskripsi: Batang logam (biasanya tembaga atau aluminium) yang dipasang di titik tertinggi bangunan.
  • Fungsi: Menangkap sambaran petir langsung dan mengalihkan arus listrik ke sistem penyalur.

2. Konduktor Penyalur (Down Conductor)

  • Deskripsi: Kabel atau pita logam yang menghubungkan air terminal dengan sistem pembumian.
  • Fungsi: Menyalurkan arus listrik dari petir ke tanah.

3. Sistem Pembumian (Grounding System)

  • Deskripsi: Batang pembumian (ground rod) atau plat logam yang ditanam di tanah.
  • Fungsi: Menyebarkan arus listrik dari petir ke dalam tanah, sehingga mengurangi risiko kerusakan.

4. Konektor dan Clamps

  • Deskripsi: Penghubung antara air terminal, konduktor penyalur, dan sistem pembumian.
  • Fungsi: Memastikan sambungan yang kuat dan aman di seluruh sistem.
penangkal-petir-jenis-konvensional

Langkah-langkah Instalasi Penangkal petir jenis konvensional

  1. Perencanaan dan Desain
  • Survey Lokasi: Tentukan titik tertinggi di bangunan yang paling rentan terhadap sambaran petir.
  • Desain Sistem: Buat desain sistem penangkal petir sesuai dengan standar dan regulasi yang berlaku.

2. Pemasangan Air Terminal

  • Lokasi: Pasang air terminal di titik tertinggi bangunan, seperti puncak atap, menara, atau cerobong.
  • Jumlah: Untuk bangunan besar atau kompleks, gunakan beberapa air terminal untuk cakupan yang lebih baik.

3. Instalasi Konduktor Penyalur

  • Rute: Pasang konduktor penyalur dari air terminal ke tanah. Pastikan rute sependek dan searah mungkin.
  • Bahan: Gunakan kabel atau pita logam yang tahan korosi, seperti tembaga atau aluminium.

4. Pemasangan Sistem Pembumian

  • Ground Rod: Tancapkan ground rod sedalam minimal 2,4 meter di tanah, atau lebih dalam jika tanah memiliki resistansi tinggi.
  • Koneksi: Hubungkan konduktor penyalur ke ground rod menggunakan konektor yang kuat dan tahan korosi.

5. Pengikatan (Bonding)

  • Komponen Logam: Hubungkan semua komponen logam di bangunan (pipa, rangka baja, tangga darurat) ke sistem grounding.
  • Koneksi: Pastikan semua sambungan kuat dan tidak ada korosi.

Pemeriksaan dan Pemeliharaan

  1. Inspeksi Berkala
  • Lakukan pemeriksaan rutin terhadap semua komponen sistem penangkal petir, termasuk air terminal, konduktor penyalur, dan sistem pembumian.

2. Pengujian Resistansi Tanah

  • Uji resistansi tanah untuk memastikan nilai resistansi cukup rendah, idealnya kurang dari 10 ohm.

3. Perbaikan dan Pembersihan

  • Segera perbaiki kerusakan atau koneksi yang longgar, dan bersihkan komponen dari kotoran atau korosi yang dapat mengurangi efektivitas sistem.

Penangkal petir jenis konvensional merupakan metode yang andal dan efektif untuk melindungi bangunan dari bahaya sambaran petir. Dengan perencanaan yang tepat, instalasi yang benar, dan pemeliharaan rutin, sistem ini dapat memberikan perlindungan yang optimal bagi bangunan dan penghuninya.

Kami PT. Megah Alam Semesta menyediakan jasa pemasangan penangkal petir untuk seluruh wilayah di Indonesia, khususnya wilayah babakan. Kami juga menyediakan material penangkal petir dan kebutuhan terkait penangkal petir lainnya. Untuk mendapatkan perkiraan harga yang akurat, disarankan untuk menghubungi dan berkonsultasi dengan tenaga ahli jasa penangkal petir dari PT. Megah Alam Semesta dengan no wa 087885299300 dengan biaya gratis dan dijamin memuaskan serta akan mendapat harga jasa pasang penangkal petir terbaik dan termurah. Dijamin!